Selasa, 29 Mei 2012

Menjadi Wirausaha, Mengapa Tidak?



Weekend kali ini benar-benar sangat berbeda dengan weekend saya sebelum-sebelumnya. Tanggal 26-27 Mei saya mengikuti seminar kewirausahaan muda yang di adakan oleh Universitas saya, acara tersebut diadakan di Hotel Arya Duta Palembang yang berada dikawasan salah satu mall di kota Palembang.Banyak pembicara yang hadir, mereka adalah para pengusaha yang merasakan kesuksesan di usia yang masih muda. Mereka semua diantaranya adalah Wisnu Wardhana (CEO Kue Bingkai Bakar Nay@dam), Hendy Setiono (CEO Kebab Turki Baba Rafi), Yohanes Auri (CEO Flux Design), Saiful Fadli (CEO Sehati Properti), Theodosius Surya (CEO Newtronic Solution), Asmui Kammuri (CEO Javapuccino), dll.
Mereka memulai usaha di usia yang masih sangat muda, ada beberapa yang memulai sejak masih menjadi mahasiswa seperti saya ambil contohnya kisah sukses Bapak Hendy Setiono yang menjadi milyarder muda diusianya dari usaha makanan kebab.

Awal mula kebab menjadi inspirasi usahanya adalah karena ayahnya bekerja di sebuah perusahaan minyak di Qatar, pada satu kesempatan liburan ia mengunjungi ayahnya. Saat di Qatar, beliau berjalan-berjalan dan menemukan banyak sekali kedai makanan yang disebut kebab, karena memang hobi makan dan ia penasaran ingin mencoba lalu ia membeli dan merasakannya untuk pertama kali.Ia berpikir bahwa makanan ini sangat lezat dan terbesit didalam pikirannya untuk membuka usaha kebab di tanah air karena memang pada saat itu belum banyak usaha tersebut dan juga di Indonesia sendiri banyak pula warga yang keturunan Timur Tengah,
Lalu ketika sudah di Indonesia, ia megaplikasikannya dengan mulai menyusun siasat bisnis. Ia memulai usahanya benar-benar dengan perjuangan, pada awalnya ia berjualan denagn menggunakan gerobak dorong, Hendy beralasan pemilihan gerobak karena gerobak lebih murah dan juga lebih fleksibel sehingga bisa dipakai berkeliling berjualan.

Mengapa memilih nama atau produk dagang Baba Rafi?  Nama tersebut diambil dari nama anak pertamanya yaitu Rafi Darmawan, yang dimaksud dengan Baba Rafi bahwa itu merupakan kepunyaan ayahnya (baba) Rafi. Nama tersebut juga terdengar lebih komersil dibandingkan memakai namanya sendiri.
Ia memulai dengan modal yang kecil, seiring dengan berjalan usahanya ia mengikuti program Bank Mandiri yang bernama Wirausaha Muda Mandiri. Pada tahun 2007, ia memenangkan juara pertama. Beberapa penghargaan bergengsi lainnya yang ia dapat antara lain ISMBEA (Indonesian Small Medium Business Entrepreneur Award) 2006 oleh menteri Koperasi dan UKM, ASIA’s Best Entrepreneur Under 25 oleh majalah Business Week International 2006, penghargaan Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad Ke-21 oleh Profesi Indonesia, Best Franchise 2007 Category of Food & Beverages dari Pengusaha Magazine, Best Achievement at Young Entrepreneurs Award 2007 dari Bisnis Indonesia dan berbagai penghargaan lainnya.Sungguh merupakan kebanggaan yang diterima oleh Hendy Setiono karena pada awal bisnisnya banyak yang berpendapat bahwa yang ia lakukan hanyalah iseng.
Menyimak dari apa yang disampaikan banyak pembicara pada seminar yang berlangsung 2 hari berturut bahwa untuk menjadi wirausahawan yang baik banyak hal yang dibutuhkan antara lain:
  1. Ubah mindset (pola pikir)
  2. Harus selalu berpikiran positif (positive thinking)
  3. Apabila berbisnis dalam usaha kuliner harus selalu mengutamakan resep, inovasi dengan rasa dan    kemasan (packing) yang menarik
  4.  Jaminan produk/ kualitas
  5. Partner yang terpercaya yang dapat mendukung bisnis
  6. Memiliki motto bahwa dalam bisnis semua kesempatan adalah peluang.


Dalam upaya bisnis yakni menyangkut promosi, beberapa pengusaha diatas sama-sama mengupayakan tindakan promo yang aman serta murah, kiat-kiat dalam upaya promo antara lain:
a.       Memberikan garansi
b.      Konsisten dalam beriklan
c.       Gunakan website/teknologi
d.      Gunakan jaringan
e.       Adakan barter dengan media massa
f.     Berikan gimmick (supaya orang tertarik untuk datang lagi membeli/menggunakan produk kita).

Dari semua hal yang dapat saya simpulkan dari semua narasumber ilmu yang berbagi pada seminar adalah bahwa usaha kerja keras, tekun bersungguh-sungguh dan tidak pantang menyerah ialah modal utama untuk menjadi seorang wirausaha. Tidak juga kita melupakan Tuhan dan orang tua, agar segala upaya yang kita jalani dijalankan diberkahi dan direstui sehingga apapun yang kita usahakan menjadi berkah yang bermanfaat untuk diri kita terlebih lagi untuk kepentingan banyak orang.
                              
                              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar